Minggu, 17 Maret 2024

Kultum: Ketakwaan dan Kesabaran

 

Ketakwaan dan Kesabaran

Bapak, ibu sekalian yang dirahmati Allah SWT.

Ada dua nilai penting yang harus kita tanamkan dalam diri kita, yaitu ketakwaan dan kesabaran.

Ketakwaan merupakan sikap dan perilaku yang muncul dari kesadaran kita akan keberadaan Allah SWT dan ketaatan kepada-Nya. Ketakwaan membuat kita selalu berada dalam ketaatan dan menjauhi larangan-Nya.  Jadi takwa diwujudkan dengan mengerjakan segala perintahNya dan menjauhi larangannya.  Mengerjakan perintah yang mendasar ada dalam rukun Islam: Sahadat, Sholat, Zakat (zakat fitrah dan mal), Puasa, dan Haji bagi yang mampu.

Menjauhi larangannya, yaitu larangan maksiat contoh zina, mabuk, berbohong, riba, mengghibah, menghina, mencela, berkata kotor/kasar, menghindari kewajiban agama (sholat, puasa, zakat)

Dalam Al-Qur'an, Allah SWT berfirman, "Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam), dan (Allah) menciptakan pasangannya (Hawa) dari (diri)-nya; dan dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta, dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu (QS. An-Nisa: 1)

Ayat tersebut berisi dua peringatan, yakni supaya bertakwa kepada Allah dan supaya mengerti bahwa manusia di bumi adalah diri yang satu. "Diperingatkan di sini dua hal, pertama supaya takwa kepada Allah, kedua supaya mengerti, bahwa sekalian manusia ini, di bagian bumi yang manapun mereka berdiam, namun mereka adalah satu belaka. Maksud dari diri yang satu adalah Adam, di mana isterinya, Hawa, berasal dari tulang rusuknya


Kesabaran, di sisi lain, adalah kemampuan untuk tetap tenang dan tabah dalam menghadapi cobaan dan ujian hidup. Kesabaran merupakan bukti dari ketakwaan seseorang. Rasulullah SAW bersabda, "Seorang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah, padahal dalam keduanya terdapat kebaikan. Bersungguh-sungguhlah dalam mencari apa yang memberikan manfaat bagimu, mintalah pertolongan kepada Allah, dan jangan merasa lemah. Jika kalian ditimpa sesuatu, jangan katakan, 'Kalau saya melakukan ini atau itu, niscaya akan terjadi begini atau begitu,' tetapi katakanlah, 'Ini adalah takdir Allah, dan apa yang dikehendaki-Nya pasti terjadi.' Sesungguhnya perkataan 'kalau' dapat membuka pintu perbuatan setan." (HR. Muslim)

Dalam menjalani ibadah puasa di bulan Ramadhan ini, mari kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT. Mari kita jadikan kesabaran sebagai sahabat setia dalam menghadapi segala cobaan. Semoga dengan ketaqwaan dan kesabaran, kita dapat menjalani kehidupan ini dengan penuh keberkahan dan mendapatkan ridha Allah SWT.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Sumber: Dibuat dari Chat GPT dengan tambahan

https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-6088605/surah-an-nisa-ayat-1-perintah-untuk-bertakwa-dan-memelihara-kekeluargaan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar