Ketakwaan
dan Kesabaran
Bapak,
ibu sekalian yang dirahmati Allah SWT.
Ada dua nilai penting yang harus kita tanamkan dalam diri kita,
yaitu ketakwaan dan kesabaran.
Ketakwaan merupakan sikap dan
perilaku yang muncul dari kesadaran kita akan keberadaan Allah SWT dan ketaatan
kepada-Nya. Ketakwaan membuat kita selalu berada dalam ketaatan dan menjauhi
larangan-Nya. Jadi takwa diwujudkan
dengan mengerjakan segala perintahNya dan menjauhi larangannya. Mengerjakan perintah yang mendasar ada dalam
rukun Islam: Sahadat, Sholat, Zakat (zakat fitrah dan mal), Puasa, dan Haji
bagi yang mampu.
Menjauhi larangannya, yaitu larangan maksiat contoh zina, mabuk,
berbohong, riba, mengghibah, menghina, mencela, berkata kotor/kasar,
menghindari kewajiban agama (sholat, puasa, zakat)
Dalam Al-Qur'an, Allah SWT berfirman, "Wahai
manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang
satu (Adam), dan (Allah) menciptakan pasangannya (Hawa) dari (diri)-nya; dan
dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak.
Bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta, dan
(peliharalah) hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan
mengawasimu (QS.
An-Nisa: 1)
Ayat tersebut berisi dua peringatan, yakni supaya
bertakwa kepada Allah dan supaya mengerti bahwa manusia di bumi adalah diri
yang satu. "Diperingatkan di sini dua hal, pertama supaya takwa kepada
Allah, kedua supaya mengerti, bahwa sekalian manusia ini, di bagian bumi yang
manapun mereka berdiam, namun mereka adalah satu belaka. Maksud dari diri yang
satu adalah Adam, di mana isterinya, Hawa, berasal dari tulang rusuknya
Kesabaran, di sisi lain, adalah kemampuan untuk tetap tenang dan tabah
dalam menghadapi cobaan dan ujian hidup. Kesabaran merupakan bukti dari
ketakwaan seseorang. Rasulullah SAW bersabda, "Seorang mukmin yang kuat
lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah, padahal
dalam keduanya terdapat kebaikan. Bersungguh-sungguhlah dalam mencari apa yang
memberikan manfaat bagimu, mintalah pertolongan kepada Allah, dan jangan merasa
lemah. Jika kalian ditimpa sesuatu, jangan katakan, 'Kalau saya melakukan ini
atau itu, niscaya akan terjadi begini atau begitu,' tetapi katakanlah, 'Ini
adalah takdir Allah, dan apa yang dikehendaki-Nya pasti terjadi.' Sesungguhnya
perkataan 'kalau' dapat membuka pintu perbuatan setan." (HR. Muslim)
Dalam menjalani ibadah puasa di bulan Ramadhan ini, mari kita
tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT. Mari kita jadikan kesabaran sebagai
sahabat setia dalam menghadapi segala cobaan. Semoga dengan ketaqwaan dan
kesabaran, kita dapat menjalani kehidupan ini dengan penuh keberkahan dan
mendapatkan ridha Allah SWT.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Sumber: Dibuat dari Chat GPT
dengan tambahan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar